PELATIHAN
SPARE PART MANAGEMENT SYSTEM
Konsultan Sistem Profesional
Pelatihan Spare Part Management System Membantu Perusahaan Mengelola Persediaan Suku Cadang Secara Efisien, Mengurangi Risiko Kehabisan, dan Menekan Biaya Operasional, Bertujuan Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Suku Cadang Untuk Mendukung Operasional Tanpa Hambatan.
KELOLA SUKU CADANG LEBIH EFISIEN, KURANGI DOWNTIME PRODUKSI DENGAN PELATIHAN SPARE PART MANAGEMENT SYSTEM DARI KONSISPRO
Spare Part Management System adalah sistem pengelolaan suku cadang yang terstruktur untuk memastikan ketersediaan tepat waktu, jumlah sesuai kebutuhan, serta efisiensi biaya penyimpanan. Manajemen yang buruk dapat menyebabkan downtime produksi, pemborosan anggaran, serta menurunkan keandalan operasional.
Melalui Pelatihan Spare Part Management System, KONSISPRO membekali peserta dengan pemahaman tentang perencanaan kebutuhan suku cadang, klasifikasi spare part, metode pengendalian persediaan, strategi penyimpanan, hingga integrasi dengan sistem TPM dan manajemen perawatan. Pelatihan dirancang interaktif dengan kombinasi teori, studi kasus industri, diskusi kelompok, dan simulasi implementasi.
Dengan Pelatihan Spare Part Management System dari KONSISPRO, perusahaan Anda dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memastikan operasional berjalan lancar tanpa hambatan. Percayakan pengelolaan suku cadang Anda kepada tim profesional kami.
BIAYA & INFORMASI PELATIHAN SPARE PART MANAGEMENT SYSTEM
Untuk memudahkan perusahaan dalam merencanakan program pengembangan SDM, KONSISPRO menyajikan rincian biaya pelatihan secara transparan. Biaya disusun berdasarkan metode inhouse training dengan jumlah peserta hingga 25 orang, menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, studi kasus kegagalan pengendalian Spare Part Management System, serta Simulasi Perhitungan Stok dan Reorder Point.
Dengan format ini, perusahaan dapat menyesuaikan kebutuhan pelatihan sesuai skala organisasi, tujuan pembelajaran, dan hasil yang ingin dicapai.
BIAYA
INFORMASI PROGRAM
TUJUAN
- Memahami konsep manajemen suku cadang yang efektif untuk mendukung kelancaran operasi dan pemeliharaan.
- Mampu mengelola persediaan spare part dengan efisien untuk menghindari kekurangan (stock out) dan kelebihan stok (overstock).
- Menguasai teknik pengendalian, pengadaan, dan penyimpanan suku cadang sesuai standar terbaik.
- Mengintegrasikan sistem manajemen suku cadang dengan program pemeliharaan seperti TPM atau CMMS (Computerized Maintenance Management System).
POTENSIAL PESERTA
- Manajer & supervisor maintenance
- Petugas gudang (storekeeper) dan logistik
- Planner & scheduler maintenance
- Staf pembelian (procurement)
- Pihak yang terlibat dalam pengelolaan aset dan suku cadang
METODE PELATIHAN
- Presentasi interaktif
- Diskusi kelompok
- Studi kasus kegagalan pengendalian spare part
- Simulasi perhitungan stok dan reorder point
MATERI PELATIHAN
- Durasi 2 hari (16 jam pelajaran)
- Dapat diperluas menjadi 3 hari dengan workshop perencanaan dan simulasi penggunaan sistem CMMS.
HARI PERTAMA
Dasar dan Strategi Manajemen Spare Part
- Pendahuluan
- Peran manajemen spare part dalam keandalan peralatan
- Dampak stok spare part terhadap downtime dan biaya operasi
- Hubungan manajemen spare part dengan Total Productive Maintenance (TPM)
- Klasifikasi & Kodefikasi Spare Part
- Kategori spare part (critical, fast-moving, slow-moving, obsolete)
- Penomoran & standardisasi kode barang
- Data teknis dan spesifikasi
- Pengendalian Persediaan
- Konsep reorder point, safety stock, dan economic order quantity (EOQ)
- Analisis ABC dan XYZ untuk prioritas pengendalian
- Perhitungan lead time dan minimum stock
HARI KEDUA
Operasional, Sistem, dan Optimasi
- Pengadaan & Penyimpanan
- Strategi pembelian (bulk purchase, consignment, just in time)
- Hubungan dengan vendor dan kontrak pasokan
- Layout gudang dan metode penyimpanan yang aman
- Sistem Informasi & Digitalisasi
- Penerapan Computerized Maintenance
- Management System (CMMS)
- Integrasi spare part management dengan sistem ERP
- Pemantauan dan pelaporan stok secara real-time
- Optimasi dan Peningkatan Berkelanjutan
- Eliminasi spare part usang (obsolete)
- Perencanaan kebutuhan spare part berdasarkan analisis reliability (RCM)
- KPI untuk manajemen spare part (turnover ratio, service level, stock accuracy)
OUTPUT PELATIHAN
Peserta Diharapkan Mampu:
- Merancang sistem manajemen spare part yang efisien dan handal.
- Mengurangi risiko downtime akibat kekurangan suku cadang.
- Mengoptimalkan biaya penyimpanan dan pengadaan spare part.
- Mengintegrasikan manajemen spare part dengan program maintenance dan sistem informasi perusahaan.
KEUNGGULAN PELATIHAN
- Ditangani oleh para profesional yang telah menjadi praktisi lebih dari 10 tahun.
- Pengajaran dan pembelajaran menggunakan perpaduan teori dan praktek.
- Evaluasi terhadap peserta dan pengajar untuk peningkatan berkelanjutan.
- Sertifikasi untuk yang dinyatakan lulus dengan kriteria tertentu.
KENAPA PILIH KAMI?
Berfokus pada Hasil Nyata dengan Fleksibilitas Program
“Membantu Perusahaan Meningkatkan Efisiensi stok, pengendalian biaya, dan ketersediaan spare part terjamin.”
“Bukti kompetensi peserta di bidang manajemen spare part, sehingga Perusahaan dapat Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Performa Peralatan. Tersedia opsi inhouse training sesuai kebutuhan perusahaan dan Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat di bidang manajemen spare part.”
Instruktur Praktisi Senior Berpengalaman dengan Metode Aplikatif Interaktif
“Ditraining langsung oleh Praktisi Berpengalaman lebih dari 10 tahun mengelola & maintenance sistem spare part di bidang industri & manufaktur.”
“Menggunankan Metode Interaktif & Aplikatif melalui presentasi teori, studi kasus nyata, diskusi, dan simulasi Gemba. Dengan Materi dilengkapi simulasi nyata agar mudah diterapkan dengan Fokus pada kemampuan praktis, bukan hanya teori.”
MENGAPA PELATIHAN SPARE PART MANAGEMENT SYSTEM PENTING?

Ketersediaan Terjamin

Efisiensi Biaya Operasional

Perencanaan Lebih Akurat

Mendukung TPM & Produksi

Peningkatan Daya Saing
“Persediaan adalah uang yang mengendap dalam bentuk lain.” – George W. Plossl


